Industri kendaraan listrik (EV) menuntut standar kualitas yang sangat tinggi. Sedikit saja kesalahan dalam proses produksi dapat menyebabkan defect yang berdampak pada performa, keamanan, dan biaya produksi.
Karena itu, pengukuran presisi menjadi kunci utama dalam quality control EV.
Dalam industri kendaraan listrik (EV), defect adalah cacat atau ketidaksesuaian produk terhadap standar kualitas. Defect bisa terjadi pada:
Masalah ini dapat berdampak serius, mulai dari penurunan performa hingga risiko keselamatan.