Industri kendaraan listrik (EV) menuntut standar kualitas yang sangat tinggi. Sedikit saja kesalahan dalam proses produksi dapat menyebabkan defect yang berdampak pada performa, keamanan, dan biaya produksi.
Karena itu, pengukuran presisi menjadi kunci utama dalam quality control EV.
Dalam industri kendaraan listrik (EV), defect adalah cacat atau ketidaksesuaian produk terhadap standar kualitas. Defect bisa terjadi pada:
Masalah ini dapat berdampak serius, mulai dari penurunan performa hingga risiko keselamatan.
Produksi EV membutuhkan akurasi tinggi hingga skala mikron. Tanpa pengukuran yang tepat, maka defect akan sulit dikontrol. Beberapa tipe defect yang paling umum terjadi di industri EV antara lain seperti:
Pengukuran presisi membantu:
Hal ini sejalan dengan solusi pengukuran digital yang ditawarkan oleh PT Yakin Maju Sentosa yang fokus pada akurasi dan kontrol kualitas manufaktur.
Berikut beberapa teknologi yang umum digunakan (dan tersedia di PT Yakin Maju Sentosa):
Pengujian Force Gauge di Industri EV dapat digunakan untuk:
Contoh produk Force Gauge di Indonesia yang tersedia di PT Yakin Maju Sentosa:
Fungsi: memastikan sambungan kuat & aman
Dampak: mencegah kegagalan komponen listrik.
Umumnya Bore Gauge dan Micrometer Digital digunakan untuk mengukur:
Fungsi: memastikan ukuran sesuai desain
Dampak: menghindari misalignment saat assembly.
Inspeksi Visual dan Barcode Reader digunakan untuk:
Fungsi: mendeteksi defect visual secara cepat
Dampak: mengurangi human error.
Penggunaan Hardness Tester dalam Industri EV digunakan untuk:
Fungsi: memastikan kekuatan material
Dampak: mencegah kegagalan struktural.