Dalam proses manufaktur, khususnya di industri otomotif, elektrikal, dan komponen presisi, coating thickness (ketebalan lapisan) merupakan parameter kualitas yang sangat penting. Namun, tidak jarang ditemukan hasil ketebalan coating yang berbeda-beda, meskipun produk diproses dengan metode, mesin, dan parameter yang sama. Fenomena ini sering menimbulkan pertanyaan di bagian produksi maupun quality control.
Artikel ini membahas penyebab utama, checklist troubleshooting, serta solusi praktis untuk menjaga kualitas coating tetap stabil.
Permukaan material sebelum proses coating sangat berpengaruh terhadap hasil akhir ketebalan lapisan. Perbedaan kecil pada:
Kekasaran permukaan
Kebersihan (oil, debu, partikel mikro)
Oksidasi atau karat halus
dapat menyebabkan lapisan coating menempel tidak merata. Hal ini dikarenakan permukaan yang lebih kasar cenderung “menahan” coating lebih banyak dibandingkan permukaan yang lebih halus.
Meskipun melalui proses yang sama, posisi benda kerja saat coating dapat memengaruhi distribusi lapisan, terutama pada proses seperti:
Spray coating
Electroplating
Powder coating
Area yang lebih dekat ke sumber spray atau elektroda biasanya akan memiliki ketebalan lebih tinggi dibandingkan area lain.
Dalam praktiknya, aliran coating tidak selalu 100% stabil. Faktor seperti:
Tekanan spray yang sedikit berubah
Viskositas (ukuran kekentalan) cairan coating
Temperatur material atau lingkungan
dapat menyebabkan variasi ketebalan, meskipun parameter mesin tidak diubah secara signifikan.
Setelah aplikasi coating, proses drying atau curing juga berpengaruh besar. Perbedaan kecil pada:
Suhu (oven atau ruang drying)
Waktu drying dan curing (terlalu cepat kering atau terlalu lama kering)
dapat menyebabkan lapisan menyusut atau mengeras dengan cara yang berbeda, sehingga ketebalan akhir tidak selalu sama.
Produk dengan bentuk yang kompleks, sudut tajam, lubang, atau lekukan akan lebih sulit mendapatkan coating yang seragam. Pada area sudut atau tepi, lapisan sering kali:
Bentuk produk dengan geometri yang kompleks (Ketebalan tidak seragam) membuat tampilan coating menjadi tidak seragam dan performa coating menjadi berbeda-beda dalam 1 produk.
Hal ini tetap bisa terjadi meskipun prosesnya sama.
Untuk proses berbasis cairan atau plating, kondisi larutan sangat menentukan hasil. Perubahan kecil pada:
Konsentrasi larutan
Kontaminasi mikro
Usia larutan
bisa memengaruhi kecepatan dan ketebalan lapisan yang terbentuk.
Perbedaan hasil coating thickness juga sering disebabkan oleh cara pengukuran itu sendiri, seperti:
Perbedaan titik ukur
Sudut penempatan alat ukur
Tekanan saat pengukuran
Tanpa metode pengukuran yang konsisten dan alat yang presisi, hasil pengukuran bisa berbeda meskipun lapisan sebenarnya relatif seragam.
Konsistensi coating dimulai dari sebelum proses coating itu sendiri.
Pastikan proses degreasing, cleaning, dan pre-treatment selalu sama
Gunakan standar kebersihan (misalnya water break test)
Kontrol tingkat kekasaran permukaan (Ra)
Permukaan yang berbeda akan menghasilkan ketebalan coating yang berbeda, meskipun prosesnya sama.
Pastikan semua parameter utama terdokumentasi dan dikontrol:
Tekanan spray / arus listrik (plating)
Jarak spray ke benda kerja
Kecepatan conveyor atau waktu proses
Viskositas coating dan temperatur larutan
Gunakan SOP tertulis dan hindari penyesuaian manual tanpa pencatatan.
Faktor lingkungan sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh.
Kontrol suhu dan kelembapan ruangan
Minimalkan debu dan kontaminan udara
Pastikan sirkulasi udara stabil
Lingkungan yang berubah dapat memengaruhi aliran coating dan proses curing.
Gunakan jig, hanger, atau fixture yang sama untuk setiap batch
Pastikan orientasi produk tidak berubah
Hindari penumpukan produk yang menghalangi area coating
Posisi yang konsisten membantu distribusi coating lebih merata.
Untuk proses liquid coating atau plating:
Cek konsentrasi larutan
Monitor kontaminasi dan umur larutan
Lakukan penambahan ulang bahan coating (replenishment) sesuai jadwal
Larutan yang sudah berubah sifatnya akan menghasilkan ketebalan yang tidak stabil.
Tentukan titik ukur yang sama untuk setiap produk
Gunakan metode ukur yang sesuai (magnetic, eddy current, ultrasonic, dll.)
Pastikan operator memahami cara penggunaan alat ukur dengan benar
Kesalahan pengukuran sering disalahartikan sebagai ketidakkonsistenan proses.
Lakukan kalibrasi alat coating thickness secara berkala
Gunakan shim atau reference standard saat verifikasi harian
Alat ukur yang tidak terkalibrasi akan menghasilkan data yang tidak akurat.
Lakukan training rutin untuk operator coating dan Quality Control
Kurangi ketergantungan pada “feeling” operator (tidak berdasar)
Pastikan semua mengikuti SOP yang sama
Faktor (Human) manusia adalah salah satu penyebab terbesar variasi hasil coating.
Catat hasil coating thickness setiap batch
Gunakan Statistical Process Control (SPC)
Identifikasi lebih awal sebelum terjadi defect
Pendekatan berbasis data membantu menjaga stabilitas jangka panjang.
Dalam banyak kasus di lapangan, masalah coating bukan berasal dari cat, tetapi dari:
Parameter proses yang tidak terukur
Suhu & lingkungan yang tidak stabil
Penggunaan alat ukur yang tepat, kontrol suhu yang stabil akan membantu:
Menjaga viskositas & curing tetap konsisten
Mengurangi variasi hasil coating
Hasil coating sering berubah
Ketebalan tidak konsisten
Perbedaan hasil coating thickness bukan berarti proses produksi tidak stabil, melainkan mencerminkan kompleksitas banyak faktor yang memengaruhi pembentukan lapisan. Mulai dari kondisi material, proses aplikasi, hingga metode pengukuran, semuanya berperan dalam menentukan hasil akhir.
Kontrol proses harus dilakukan secara menyeluruh
Standarisasi metode pengukuran sangat penting
Penggunaan alat ukur coating thickness yang akurat dan repeatable menjadi kunci dalam quality control.
Dengan pemahaman yang tepat, perbedaan hasil coating thickness dapat diminimalisir dan kualitas produk tetap terjaga sesuai standar industri.
Hubungi kami apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin berkonsultasi seputar permasalahan coating Anda. Tim Technical Support kami selalu bersedia membantu.