Seperti yang kita ketahui, Q1 adalah waktu yang paling tepat untuk:
Banyak pabrik baru sadar ada masalah pada gauge yang digunakan ketika:
Dalam audit IATF 16949, masalah alat ukur sering muncul bukan karena rusak atau di kesalahan Operator, tetapi karena hasil ukur tidak konsisten. Perbedaan 0.01 mm di industri (umumnya otomotif) bisa berarti:
Gauge yang tidak repeatable = temuan audit.
Dalam industri manufaktur presisi, kualitas bukan sekedar target, tapi keharusan. Toleransi yang semakin ketat, tuntutan audit seperti IATF 16949, serta resiko reject dan klaim pelanggan membuat alat ukur memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas produksi.
Disinilah OJIYAS Gauge menjadi pilihan yang tepat bagi banyak pabrik otomotif dan manufaktur presisi. Gauge presisi seperi OJIYAS dirancang untuk menjaga konsistensi hasil ukur di line produksi (repeat measurement).
Banyak alat ukur terlihat akurat saat pertama kali digunakan, namun masalah sering muncul ketika alat tersebut dipakai secara terus-menerus di line produksi. Perbedaan hasil ukur antar shift atau antar operator yang berbeda adalah resiko nyata di industri manufaktur presisi.
OJIYAS Gauge dirancang dengan fokus pada repeatability, yaitu kemampuan alat untuk memberikan hasil ukur yang konsisten setiap kali digunakan. Konsistensi inilah yang menjadi kunci dalam mencegah reject tersembunyi dan menjaga kepercayaan terhadap data QC.
Tidak semua gauge dibuat untuk kondisi produksi massal. Lingkungan pabrik khususnya sektor otomotif menuntut alat ukur yang:
OJIYAS, sebagai manufaktur asal Jepang, memahami kebutuhan ini dan mengembangkan gauge yang memang ditujukan untuk penggunaan di line produksi, bukan hanya untuk pengukuran sesekali di laboratorium.